Gelombang Kedua Covid-19 Di Eropa Melemahkan EURJPY

Gelombang Kedua Covid-19 Di Eropa Melemahkan EURJPY

Diperbarui • 2020-08-21

Serangan pandemic covid-19 di kawasan Eropa kembali terlihat, dengan meningkatnya pasien terinfeksi di Jerman dan Spanyol.

Naiknya data orang yang terjangkit virus ini di negara Uni Eropa merupakan ancaman gelombang ke dua pandemic covid-19 yang dapat kembali melumpuhkan perekonomian dikawasan tersebut. Tercatat lebih dari 1.700 kasus baru ditemukan di Jerman, sehingga sampai saat ini terdapat lebih dari dari 220.000 pasien terinfeksi dan lebih dari 9.200 orang meninggal.

Sedangkan di Spanyol tercatat lebih dari 3.500 pasien terinfeksi dalam 24 jam terakhir, sehingga dinegara tersebut sampai saat ini dilaporkan lebih dari 370.000 orang terinfeksi dan lebih dari 2.800 orang meninggal. Negara lainnya yang masih mempunyai catatan peningkatan harian pasien yang terinfeksi adalah Perancis dan Italia, dimana kedua negara tersebut mempunyai tingkat kematian yang cukup tinggi di nagara Uni Eropa, yaitu lebih dari 30.000 orang.

Jika dilihat dari prosentase pasien terinfeksi dengan banyaknya jumlah test yang dilakukan, maka Uni Eropa menimpati urutan ke empat di dunia dengan tingkat terinfeksi 2,8%, dimana Amerika Serikat masih diurutan pertama dengan tingkat terinfeksi 7,7%.

Tingginya angka terinfeksi pasien di negara Uni Eropa dapat menyebabkan penutupan kembali aktivitas bisnis dikawasan tersebut dan akan membuat perlambatan ekonomi domestic dan global dimasa yang akan datang.

Efek Terhadap Pasar

Serangan gelombang kedua covid-19 di negara Uni Eropa dapat membuat pelemahan ekonomi dikawasan tersebut, karena dapat menimbulkan penutupan aktivitas bisnis kedepannya. Keadaan ini akan membuat pair EURJPY melemah dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair EURJPY akan bergerak dalam range 124.19 – 126.33

Trading Plan :

Sell Limit  126.33 – 127.12 dengan target 123.75 – 124.19

Grafik EURJPY  time frame D1

eurjpy 21 agt.png

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.

TRADE NOW

Menyerupai

Faktor Kesehatan dan Politik Membuat USDJPY Cenderung Menguat
Faktor Kesehatan dan Politik Membuat USDJPY Cenderung Menguat

Pemerintah Jepang sebelum nya 1,63 juta dosis vaksin moderna di tangguhkan penggunaannya karena ada partikel dalam cairan vaksin Maka kembali 1 juta vaksin dengan merk yang sama harus ditarik karena terdapat partikel hitam dan merah muda…

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera