1. FBS Broker >
  2. Blog >
  3. Trading dan Bukan Hidangkan Makan Malam
Diperbarui • 2020-07-08

Trading dan Bukan Hidangkan Makan Malam

KISAH IBU RUMAH TANGGA JEPANG

01.jpg

"Hai, sayang! Hari ini saya telah menghasilkan ribuan dolar. Bagaimana harimu?"

Ini mungkin adalah cara istri khas Jepang yang menyambut suaminya pulang dari kerja. Bagaimana dengan jamuan makan malam? Ini tidak menjadi persoalan serius lagi, karena dengan jumlah uang yang dihasilkan tersebut, sang istri bisa memesan makan malam dari restoran mewah.

Selain cerita lucu ini, fenomena menarik lainnya terjadi di Negeri Matahari Terbit pada awal tahun 2000-an. Para ibu rumah tangga Jepang yang umumnya bertanggung jawab atas anggaran keluarga mulai bisa menaklukkan pasar Forex. Sehingga, Ny. Watanabe — sebutan ibu rumah tangga, atau versi Amerikanya adalah Ny. Smith–tidak hanya sering menghasilkan profit yang lebih besar daripada suaminya, tetapi juga turut berperan dalam "pemulihan" ekonomi negara.

Ya, mereka mulai trading dari rumah sebelum ini menjadi mainstream. Hari ini, kesuksesan mereka tidak kalah mengesankan, dan bahkan faktanya, menjadi sangat menarik. Mari kita kenang kisah sensasional ini.

Dari budaya menabung hingga investasi

Pada awal tahun 1990-an, gelembung harga aset Jepang pecah, yang berujung pada hasil yang mengerikan bagi negara. Ditandai dengan stagnasi ekonomi dan suku bunga rendah, periode ini selanjutnya disebut dengan Dasawarsa yang Hilang (Lost Decade), tapi kemudian menjadi Dua Puluh Tahun yang Hilang setelah ditambahkan dengan keterpurukan ekonomi pada tahun 2000-an.

Uang yang ditabung oleh generasi pasca-perang dengan cepat berhenti memberikan profit kepada para keluarga. Bank nasional menawarkan bunga nol persen, dan tabungan di rekening bank ini sama irasionalnya dengan menyimpang uang di rumah. Selain itu, situasi ekonomi yang sulit seperti itu membuat warga Jepang enggan menabung lebih banyak, terutama dari keluarga yang memiliki anak.

02.jpg

Alasan untuk merasa terpukul dan mengeluh? Ya, tapi tidak bagi semua ibu rumah tangga Jepang, mereka justru memperlakukan kondisi ini sebagai pelecut untuk mencari peluang investasi baru dan bermanfaat. Secara remote (jarak jauh). Kini semuanya semakin jelas — maju dan menjelajahi internet! Tapi saat itu, penemuan dan bidang baru yang diinvestigasi masih tampak suram tapi menarik dan sangat menjanjikan. Persis seperti yang dicari oleh Ny. Watanabe. Jadi, ketika pasar mata uang online yang sebelumnya terdesentralisasi berubah menjadi pasar yang dapat diakses secara luas, para ibu-ibu Jepang bergegas meniti perjalanan Forex mereka.

Membeli yen, berinvestasi dalam dolar, menidurkan si buah hati

Apa yang dibutuhkan oleh setiap trader jika mereka ingin menghasilkan profit dari trading? Ya, ini tentang strategi. Para investor wanita sangat berhati-hati dalam memilih, dan kebanyakan dari mereka pada akhirnya berpegang teguh pada carry trading. Ini adalah pilihan yang tepat: strategi sederhana, efektif, dan anti-risiko dapat memberikan jaminan kesuksesan yang lebih besar. Seperti apa persisnya? Dengan meminjam mata uang yang bersuku bunga rendah, trader secara langsung berinvestasi di mata uang lain yang bersuku bunga lebih tinggi. Dengan membayar biaya yang lebih rendah pada kasus pertama, mereka bisa menerima pembayaran yang lebih tinggi setelahnya, mengambil profit dari selisih suku bunga. Cukup jelas, kan?

Jadi, para ibu rumah tangga yang genius ini secara aktif membeli yen Jepang pada suku bunga rendah dan memperdagangkannya dengan mata uang yang memiliki pertumbuhan tinggi, umumnya adalah dolar Australia. Menyebutnya sebagai pendekatan yang baik adalah meremehkan. Tidak perlu menunggu hasilnya dengan lama, ibu-ibu Watanabe ini sukses menghasilkan profit yang lebih besar daripada para suaminya.

03.jpg

Cukup di rumah saja, kata mereka. Saya yang akan mencari uang, tambahnya. Ya, para trader-ibu rumah tangga pasti menertawakan pernyataan tersebut. Menurut statistik, sebelum krisis kredit global terjadi pada tahun 2007-2008, nilai mata uang asing yang diperdagangkan secara online oleh warga lokal rata-rata berkisar $9,1 miliar per hari. Ini hampir seperlima dari keseluruhan transaksi Forex di seluruh dunia selama sesi trading di Tokyo! Peranan wanita yang cukup besar terhadap angka ini dibuktikan secara resmi oleh Bank Sentral Jepang pada tahun 2007. Jadi, wanita pada dasarnya juga turut membantu menstabilkan pasar mata uang dengan trading di rumah. Siapa lagi yang berani mengeluhkan sup yang terlalu asin bila mereka bisa mencatatkan pencapaian seperti itu?

Nyonya Watanabe 2.0?

Pada tahun 2017, ketika tren seputar kisah sukses para trader wanita genius meredup, bitcoin muncul sebagai mata uang legal di Jepang. Saat itu, crypto-mania telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Asia, dan khususnya Jepang, dengan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mengutip sebuah tabloid terkemuka, pada tahun 2017, sekitar 40% keseluruhan transaksi mata uang kripto didenominasi dalam yen.

Para pemodal tentu ingat fenomena yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan bertanya, mungkinkah itu karena ibu rumah tangga Jepang yang turut memengaruhi peningkatan permintaan bitcoin. Menurut beberapa pendapat, saat itu "nyonya" telah tergantikan oleh "tuan" — pria berusia 30 sampai 40-an yang menaklukkan pasar modal. Namun, jika menimbang fakta bahwa akun terdaftar dengan jenis kelamin laki-laki hanya mencapai sekitar 70% lebih, maka kontribusi "senyap" ibu rumah tangga terhadap "ledakan bitcoin" kemungkinan besar ada. Atau, apakah mereka sekali lagi ingin memperlihatkan sikap bijak dengan memilih opsi yang telah teruji, profitabel, dan berisiko rendah untuk berinvestasi pada obligasi pemerintah, daripada para pria muda yang hanya ingin mencari petualangan dan pengalaman baru ketimbang keuntungan? Siapa tahu.

04.jpg

Bagaimanapun, dampak dari aktivitas para ibu rumah tangga terhadap negara dan ekonomi global tidak dapat dipungkiri. Termasuk inspirasi yang telah mereka berikan kepada banyak kalangan. Pada umumnya, wanita yang tinggal bersama anak-anaknya tidak mampu bekerja di luar rumah, atau ingin trading tapi ragu.

Akankah kisah ini mendorong Anda untuk ikut menyelami pasar FX atau trading dengan lebih giat lagi demi mendapatkan perasaan nyaman dalam realitas hari ini seperti para ibu rumah tangga Jepang? Kami berharap demikian — gaya hidup Ny. Watanabe adalah persis seperti yang kita butuhkan dalam menghadapi kondisi krisis global seperti saat ini. Bagaimanapun, ingatlah bahwa broker Forex online terbaik selalu siap memandu Anda dalam perjalanan ini ;)

  • 1890
Pelajari lebih lanjut

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah 00:30:00

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera